PHK Di Mana-Mana, Jumlah Penganggur Meningkat Tajam

October 26, 2006

PHK Di Mana-Mana, Jumlah Penganggur Meningkat Tajam

Kamis, 29 Desember 2005
Maraknya PHK dan tidak banyaknya lapangan kerja semakin meningkatkan jumlah pengangguran di negeri ini. Pada tahun 2006, diperkirakan tingkat pengangguran terbuka naik 1 sampai 2 persen dibandingkan dengan jumlah tingkat pengangguran pada tahun 2005.
Hal itu dikatakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno. Pihak Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, jumlah pengangguran terbuka per Oktober 2005 sebanyak 11,6 juta orang atau 10,84 persen dari angkatan kerja sebanyak 106,9 juta orang (Kompas 19/12/05). Jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja yang tercatat di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode Januari-November 2005 telah mencapai 109.382 orang dengan 3.481 kasus. Data itu belum mencerminkan jumlah nasional karena belum semua daerah memiliki data laporan (Kompas 16/12/05).

Di Sukoharjo, pemecatan buruh pabrik tekstil terus berlanjut. Dua pabrik tekstil besar di daerah itu, yakniPT Danliris dan PT Tyfountex, berancang-ancang akan memutus hubungan kerja dengan 1.000-an buruhnya (TempoInteraktif 20/12/05).

Sementara, PT Sierad Produce Tbk dalam dua bulan terakhir sudah memberhentikan 1.500 karyawannya. Sebanyak 800 karyawan merupakan pekerja di PT Biotek Indonesia dan PT Wendy Citarasa yang akan dijual oleh Sierad, sedangkan 700 karyawan lainnya diberhentikan untuk rasionalisasi (Kompas 21/12/05).

PT Bank Danamon Tbk akan menutup 54cabang di berbagai daerah. Akibatnya, sebanyak 450 karyawan akan dilakukan pemutusan hubungan kerja (TempoInteraktif 17/12/05).

Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,Selama 2005 sekitar 2.401 buruh terkena pemutusan hubungan kerja(PHK). Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah pada 2006.Data di DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Sukoharjo mengatakan sebagianbesar buruh yang terkena PHK berasal dari perusahaan sektor industri tekstil.Di antara perusahaan tekstil yang telah melakukan PHK karyawannya adalahPT Danliris, PT Tyfountex, PT Krismasindo dan lainnya.

Di Tangerang, sedikitnya 16 perusahaan industri sepanjang tahun 2005 ini gulung tikar. Sebagian besar perusahaan itu memproduksi tekstil, sandang, dan kulit. Akibatnya, ribuan pekerja dari industri-industri itu kehilangan pekerjaan (Suara Pembaharuan 22/12/05)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: