Penderita Gizi Buruk di Banten Bertambah

October 26, 2006

Penderita Gizi Buruk di Banten Bertambah

Serang, 6 September 2006 10:44
Jumlah balita penderita gizi buruk di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan hampir secara merata di setiap Kabupaten.

Data di Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang diperoleh Rabu, menunjukkan, selama dua bulan terakhir jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Serang meningkat dari 2.084 meningkat menjadi 2.297, di Kabupaten Pandeglang bertambah dari 2.268 menjadi 2.376.

“Balita penderita terbanyak tercatat di Kabupaten Lebak yang dalam dua bulan bertambah sebanyak 961 orang,” kata Dr Djadja Buddy Rahardja Kepala Dinkes Banten.

Selain itu penambahan serupa juga terjadi di Kota Tangerang sebanyak 233 orang, dan di Kota Cilegon sebanyak 224 orang sementara data dari Kota Tangerang hingga saat ini belum tercantum di Dinkes Banten.

Untuk menangani kerawanan gizi tersebut, kata Djadja, pihaknya terus menggalakkan pemberian gizi tambahan bagi para balita di setiap Puskesmas se-Provinsi Banten.

“Hanya memang untuk mengatasi secara tuntas tampaknya cukup sulit sebab terkait dengan tingkat ekonomi orang tua si balita yang rata-rata dari keluarga tidak mampu, jadi selama ekonomi mereka belum membaik saya kira penderita gizi buruk akan tetap ada,” katanya.

Selain itu, Djadja juga menunjuk adanya anggapan yang salah kaprah di kalangan masyakat yang lebih mengutamakan gizi untuk bapa sebagai tulang punggung keluarga sehingga gizi untuk anak dan ibu kurang diperhatikan.

“Anggapan seperti itu harus diubah termasuk juga anggapan bila anak diberi ikan akan cacingan karena justru anak-anak sangat membutuhkan masukkan gizi yang cukup untuk pertumbuhan mereka,” katanya.

Di Rumah Sakit Ajidarmo Rangkasbitung Kabupaten Lebak hingga saat ini masih dirawat lima penderita gizi buruk.

Salah satunya adalah Muhammad Agniya (5), yang hanya memiliki berat badan 6,7 kg. Anak pasangan Yono dan Teti, warga Desa Giliharja, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, itu juga mengalami sesak napas.

Tulang kaki dan dadanya terlihat kecil serta menonjol. Karena kekurangan gizi, sejak kecil Muhammad tidak bisa berjalan.

Adapun empat penderita lain adalah Usup (19 bulan) memiliki berat badan 5,7 kg, Iknu (18 bulan) 6,7 kg, Dani (10 bulan) 5,3 kg, dan Alan (14 bulan) memiliki berat badan 6,5 kg.

“Umumnya, penderita gizi buruk di Lebak disebabkan oleh keadaan ekonomi keluarga yang tidak baik. Selain itu, ibunya juga tidak tahu tentang lingkungan dan makanan yang sehat,” ujar Wahyu, salah seorang dokter di RSUD Adjidarmo.

Para orang tua di rumah sakit tersebut mengeluhkan dihentikannya bantuan dari Pemkab Lebak untuk mensubsidi pengobatan anak-anak mereka.

“Dulu saat pertama kasus gizi buruk ramai diberitakan, Bupati memberi bantuan sampai biaya transport dan biaya tunggu juga diberikan, sekarang untuk membantu meringankan biaya perawatan anak saja dipersulit,” ujar Omo (34) orang tua salah seorang penderita gizi buruk. [TMA, Ant]
(sumber Gatra.com)

One Response to “Penderita Gizi Buruk di Banten Bertambah”

  1. Kalau penderita GIZI buruk di Banten bertambah itu berita lama… yang jadi berita baru sekarang… Pejabat Banten Sudah banyak yang sadar Hukum dan tidak melakukan KORUPSI dan Kolusi lagi.!! (tapi mungking tidak ya?) MIMPI KALI YE……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: