Petani Indramayu Sulit Peroleh Pupuk

April 29, 2006

Petani Indramayu Sulit Peroleh Pupuk

Indramayu, Kompas – Memasuki musim tanam, para petani di daerah pantai utara Jawa Barat mulai kesulitan memperoleh pupuk urea. Padahal, petani sangat membutuhkan pupuk tersebut pada masa tanam sekarang. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan petani terancam gagal panen.

Hal serupa dikhawatirkan juga terjadi di Kabupaten Cirebon yang saat ini sebagian petani mulai menanam padi.

Menurut Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Herdadi Soegandi, Rabu (28/4), pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan produsen pupuk, pada Kamis ini. “Jika ternyata harga pupuk terus naik maka kami akan mengadakan operasi pasar,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Kompas, areal persawahan di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mulai memasuki masa tanam. Sejumlah petani terlihat sedang memanen padi di lahan mereka. Di lahan yang lain, para petani terlihat mulai mengolah sawah untuk ditanami benih padi.

Menurut Herdadi, pihaknya memperkirakan kebutuhan pupuk sebanyak 6.000 ton pada Mei mendatang. Untuk April ini, kebutuhan pupuk sebanyak 500 ton. “Kalau sekarang persediaan pupuk kami masih mampu memenuhi kebutuhan para petani. Namun, sebenarnya kebutuhan pupuk mencapai puncaknya pada Mei mendatang karena sebagian besar petani mulai menanam padi dalam waktu yang sama,” ujarnya.

Di Kabupaten Indramayu, kelangkaan pupuk mengakibatkan harga pupuk melambung tinggi. Jika dalam kondisi normal, petani bisa membeli pupuk dengan harga Rp 103.000 hingga Rp 105.000 per kuintal, maka sekarang harga pupuk mencapai Rp 120.000 hingga Rp 125.000 per kuintal. Bahkan, di sejumlah tempat, harga pupuk mencapai lebih dari Rp 130.000 per kuintal.

Pola subsidi pupuk

Untuk mengatasi melonjaknya harga pupuk, DPRD setempat menggelar rapat dengar pendapat dengan pihak eksekutif dan para distributor pupuk se-Indramayu. Dalam rapat itu, Komisi B DPRD Indramayu merekomendasikan untuk menggelar operasi pasar dalam waktu dekat bersama dengan pemerintah dan distributor.

“Subsidi pupuk tahun 2003 sebanyak Rp 1,3 triliun untuk menjaga agar jangan sampai harga pupuk naik dari Rp 1.150 jadi Rp 1.450 per kg,” ujar Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Memet Gunawan di sela-sela acara Rapat Koordinasi Program Pembangunan Pertanian Jawa Barat, Rabu (28/4) di Bandung. (k02/EVY)(KCM,29/04/04)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: