Inflasi Oktober 2004 0,56 Persen

October 29, 2004

Inflasi Oktober 2004 0,56 Persen

 Jakarta, 2/11 (Fiscal News) – Inflasi tahun berjalan Indonesia sedikit demi sedikit terus bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan inflasi pada Oktober 2004 sebesar 0,56 persen dan inflasi year on year sudah mencapai 6,22 persen. Kepala BPS, Choiril Maksum, mengemukakan berdasarkan pemantauan di 45 kota tercatat sebanyak 36 kota mengalami inflasi dan sembilan kota deflasi. Inflasi tertinggi terdapat di Gorontalo sebesar 2,17 persen dan inflasi terendah di Lhokseumawe 0,11 persen. ”Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Ambon 0,88 persen dan deflasi terendah di Sibolga 0,12 persen,” ujarnya ketika memaparkan inflasi bulanan di Jakarta, Senin (1/11).

Dengan adanya tambahan inflasi ini maka inflasi tahun berjalan yang dihitung sejak Januari sampai Oktober telah mencapai 4,38 persen. Sementara inflasi year on year yang dihitung berdasarkan inflasi Oktober 2004 terhadap inflasi OKtober 2003 sudah sebesar 6,22 persen. Kendati inflasi year on year sudah cukup tinggi, Choiril yakin target inflasi yang ditetapkan tahun ini sebesar tujuh persen masih bisa tercapai. ''Hanya memang selama musim lebaran dan natal biasanya inflasi lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan biasa,'' tuturnya. Berdasarkan data BPS tahun lalu inflasi pada bulan Oktober sebesar 0,55 persen dan inflasi November 1,01 persen. Choiril memperkirakan peningkatan inflasi bulan depan tidak akan jauh berbeda dengan yang terjadi tahun lalu. ''Ya, besarnya seperti itulah,'' ujarnya tanpa bersedia menyebutkan perkiraan angkanya.

Dalam kesempatan ini, Choiril juga meluncurkan data statistik baru terkait perkembangan upah buruh di Indonesia. Pembuatan data ini merupakan hasil kerja sama BPS dengan ADB. ''Secara nasional, rata-rata upah buruh tani pada Agustus 2004 naik sebesar 0,56 persen ibanding Juli 2004, yaitu dari Rp 11.051 menjadi Rp 11.113,'' paparnya. ''Atau secara riil naik 0,52 persen dibandingkan dengan upah Agustus 2003 yang year on year-nya naik 12,50 persen.''

Sementara itu, rata-rata upah bulanan pembantu rumah tangga (PRT) mengalami kenaikan 0,16 persen dibanding bulan sebelumnya. Choiril menyebutkan kenaikan ini dari Rp 145.699 menjadi Rp 145.932. ''Secara riil memang turun 0,40 persen, namun dibanding upah Oktober 2003 tetap naik 9,61 persen,'' sergahnya.

Rata-rata upah bulanan buruh industri pada triwulan IV 2003 naik sebesar 2,94 persen dibanding triwulan III 2003. Kenaikan ini dari Rp 723.000 menjadi Rp 744.000 atau secara riil naik 0,41 persen. ''Angka ini dibandingkan triwulan IV 2002 naik 17,39 persen,'' sebut Choiril.(i)http://www.hukmas.depkeu.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: