Ribuan Pekerja Perkayuan Kalimantan Barat Di-PHK

April 15, 2004

Ribuan Pekerja Perkayuan Kalimantan Barat Di-PHK

Pontianak, Kompas – Ribuan buruh industri perkayuan di Kalimantan Barat dalam tiga bulan terakhir (Januari-Maret 2004) kini sangat terpukul karena kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja. PHK itu terkait dengan pengurangan karyawan yang dilakukan 10 perusahaan perkayuan.

Dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan 10 perusahaan, maka jumlah perusahaan di Kalbar yang melakukan kebijakan pemutusan hubungan kerja ada 19 perusahaan. Jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 7.775 orang.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalbar Kadir Ubbe kepada wartawan di Pontianak, Selasa (13/4).

Kadir Ubbe mengungkapkan, khusus untuk perusahaan perkayuan, pengurangan ribuan buruh itu dilakukan akibat kesulitan mendapatkan bahan baku dan persoalan besarnya biaya operasional. Kebijakan pengurangan karyawan dilakukan agar perusahaan-perusahaan itu tetap bisa bertahan.

Kadir menjelaskan, selama tiga bulan terakhir (Januari-Maret 2004), di Kalbar ada 19 perusahaan yang melakukan PHK dengan jumlah buruh yang terkena kebijakan itu sebanyak 7.775 orang.

Dari 19 perusahaan itu, yang terbanyak adalah perusahaan perkayuan yang kini menghadapi kesulitan bahan baku. Kesulitan terjadi karena hutan alam, terutama hutan produksi di daerah, sudah banyak habis dieksploitasi. Selain bahan baku, juga diperkirakan perusahaan-perusahaan itu kesulitan dana biaya operasional.

Di samping perusahaan perkayuan, juga ada perusahaan perikanan dan perkebunan. “Akibat banyak karyawan perkayuan yang di PHK tersebut, kini mereka banyak juga yang mengadu nasib ke industri perkayuan dan perkebunan di Sarawak, Malaysia timur,” katanya.

Kadir menyebutkan, belasan perusahaan yang mengurangi karyawannya itu adalah PT Benua Indah Group dengan jumlah karyawan yang dikurangi 2.000 orang, PT Alas Kesuma Group 1.000 orang, PT Erna Juliwaty 1.000 orang, PT Rimba Ramin 300 orang, PT Barito Pasifik 300, PT Batasan Group 500 orang, PT Wana Bangun Agung 300 orang, PT Bumi Raya Group 400 orang, PT Baru Ampar Wood Industri 500 orang, PT Industani 200 orang, PT Aria 200 orang, PT Hasil Liberty 200 orang, PT Fishlindo 163 orang, PT Windu Alam Prima 83 orang, Aquarium 121 orang, Kurnia Kapuas 80 orang, Mitra Inti Sejati 11 orang, PT Multi Jaya 150 orang, dan Surya Deli Makmur 167 orang.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan Kalbar Tri Budiarto secara terpisah di Pontianak juga membenarkan adanya kesulitan yang dihadapi sejumlah perusahaan perkayuan di Kalbar. Makin sulitnya mendapatkan bahan baku dari hutan alam di Kalbar adalah salah satu permasalahan kehutanan di daerah ini selain terus membengkaknya tunggakan provisi sumber daya hutan (PSDH) dan dana reboisasi (DR) serta maraknya kegiatan penebangan liar.

Tri Budiarto mengungkapkan, dilihat dari luas hutan produksi di Kalbar yang mencapai 9,1 juta hektar, kini yang masih dikategorikan sebagai hutan alam tinggal sekitar 600.000 hektar.

Sementara itu, jika dilihat dari kapasitas terpasang industri perkayuan di Kalbar mencapai 2, 1 juta meter kubik, sedangkan realisasi produksi hanya sekitar 1,2 juta meter kubik. Ini berarti, sedikitnya, kekurangan satu juta meter kubik dipasok dari kegiatan penebangan ilegal.

Untuk tahun 2004, rencana karya tahunan yang disahkan hanya sekitar 385.000 meter kubik. Perusahaan hak pengusahaan hutan (HPH) yang bertahan di Kalbar tinggal enam perusahaan.

Dari keadaan ini saja sudah tidak mengherankan lagi jika ada ribuan buruh perkayuan yang terkena kebijakan PHK akibat sejumlah industri itu mengalami kesulitan dalam menyediakan bahan baku.

“Kami berusaha mengajak perusahaan perkayuan agar mengubah pola eksploitatif terhadap hutan alam ke pola penanaman hutan (plantation forest). Saya kira, jika mereka bisa terbuka, maka industri perkayuan di Kalbar bisa bertahan lebih lama dengan ketersediaan bahan baku yang memadai,” katanya. (FUL) (KCM,14/04/04)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: