110 Ribu Siswa di Lebak Putus Sekolah

March 12, 2004

Banten

110 Ribu Siswa di Lebak Putus Sekolah
11 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Rangkasbitung:Dalam tiga tahun terakhir ini, hampir 50 persen atau 110 ribu siswa dari 288 ribu siswa di Kabupaten Lebak mengalami putus sekolah.

Hal ini diungkapkan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya, kepada wartawan di Rangkasbitung, Kamis (11/3). “Ini merupakan temuan para kepala Dinas Pendidikan tingkat kecamatan yang masuk ke meja saya,” katanya.

Bupati belum mengetahui secara persis penyebab tingginya jumlah siswa yang putus sekolah tersebut. Tapi, kata dia, berdasarkan penelitian sementara, banyaknya jumlah siswa yang putus sekolah ini akibat orang tua murid lebih suka anak-anaknya belajar di pendidikan nonformal.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Didi Supriadie, mengatakan jumlah anak putus sekolah di Provinsi Banten membengkak dari 98.967 anak menjadi 292.869 anak atau hampir 30 persen dari 989.697, jumlah anak usia sekolah yang ada.

Hal ini, kata dia, karena selain memburuknya kondisi sosial-ekonomi orang tua murid sejak krisis ekonomi, juga akibat musibah banjir dan tanah longsor yang merusak sarana pendidikan di daerah ini.

Ia mengatakan anak putus sekolah terdiri dari anak sekolah dasar (SD), madrasah, sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), dan Sanawiyah.

“Jumlah anak putus sekolah membengkak setelah terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah pada tahun lalu,” kata Didi.

Ia menambahkan, sebelum terjadi banjir dan tanah longsor, di wilayah itu angka usia belajar yang tidak dapat menikmati pelajaran dengan baik hanya 17.900 anak atau 17,9 persen, padahal untuk ukuran nasional angka putus sekolah idealnya 0,1 persen.

Keterangan lain yang diperoleh Tempo News Room menyebutkan, sejumlah anak usia sekolah yang mengungsi dari Aceh dan bekas transmigran di Kalimantan juga menjadi masalah tersendiri bagi pengadaan sarana pendidikan di Provinsi Banten. Pengungsi ini jumlahnya mencapai hampir 500 kepala keluarga (KK).

Guna mengatasi berbagai keperluan untuk pendidikan anak-anak mereka, Dinas Pendidikan Provinsi Banten tengah berupaya melakukan pendekatan kepada pengusaha dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam paket peduli ini, Dinas Pendidikan Provinsi Banten juga melakukan pemberdayaan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan anak-anak bagi kelanjutan pembangunan bangsa.

“Dalam paket ini diupayakan yang terlibat nantinya kalangan industriawan yang berada di Provinsi Banten,” kata Didi.
Faidil Akbar – Tempo News Room

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: